Seringkali kita terjebak dalam matematika manusia: “Kerja keras sama dengan banyak uang.” Padahal, rezeki itu matematika Allah yang penuh misteri. Berapa banyak orang yang bekerja siang malam hingga lupa waktu shalat, namun uangnya habis tak berbekas untuk biaya rumah sakit atau masalah lainnya?
Rasulullah SAW memberikan perumpamaan indah tentang tawakkal seekor burung. Beliau bersabda: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi).
Burung tidak memiliki lumbung padi, tidak punya gaji bulanan, dan tidak punya tabungan. Tapi ia tetap terbang berusaha (ikhtiar), tidak diam di sarang. Setelah ikhtiar, ia pasrahkan hasilnya pada Allah.
Kuncinya ada dua: Ikhtiar Maksimal dan Hati yang Bersandar Total. Jangan biarkan kesibukan mengejar dunia membuat kita melupakan Sang Pemilik Rezeki. Jemputlah rezeki dengan cara yang halal, dan biarkan keberkahan yang menyempurnakannya.



